Masjid dan Mushola di Jepang


  1. Mesjid Otsuka. Lokasinya di Otsuka, Tokyo. Kegiatannya banyak, mulai dari kelas tafsir, kelas untuk anak-anak muslim, kajian Islam sabtu malam + makan-makan , camping musim panas, dll. Bisa dibilang sebagai salah satu mesjid yang paling padat kegiatannya. Pengurusnya banyak dari muslim Pakistan. Ada yang menarik dari mesjid ini, yaitu ketika mengadakan acara camping musim panas, saat itu muslimnya sebagian besar dari Pakistan, tapi muslimahnya sebagian besar dari Jepang. Nah lho?! Ngertikan maksudnya!?
  2. Mesjid Hiroo. Lokasinya di Moto Azabu, Tokyo. Kegiatan yang menjadi andalan adalah kelas bahasa arabnya. Mesjid ini memang tergabung dalam komplek Institut Bahasa Arab Tokyo. Pengurusnya banyak dari muslim Saudi Arabia. Tapi ada satu ustadz Indonesia yang turut ambil peran di institut ini, namanya Ustadz Zaitun. Selain di institut, beliau juga banyak mengambil peran dalam kegiatan-kegiatan muslim Indonesia di Jepang. Mesjid ini merupakan favorit penulis, terutama pas ramadhan. Oh ya, Tokyo Tower terlihat cukup anggun dari pelataran parkir mesjid Hiroo. Zekkei desu*!
  3. Mesjid Tokyo. Lokasinya di Shibuya-ku, Tokyo. Kegiatannya, gomen kuwashikunai. Pengurusnya banyak muslim Turki. Inilah mesjid yang paling berbentuk mesjid. Megah euy! Trus, denger-dengernya sih, lantai bawah dari mesjid ini lumayan ideal untuk penyelenggaraan pesta pernikahan. Bagi yang punya rencana ngadain di Jepang, boleh tuh….
  4. Mushola SRIT (Sekolah Republik Indonesia Tokyo). Lokasinya di Meguro-ku, Tokyo. Ini nih, tempat ngumpulnya muslim Indonesia, kalo KMII (Keluarga Masyarakat Islam Indonesia) lagi ngadain kegiatan. Lebih tepatnya bukan musholanya sih, tapi balainya SRIT. Karena musholanya kecil. Jadi kalo sholat jumat atau kegiatan-kegiatan KMII, biasanya yang dipakai adalah balainya.
  5. Mushola Shin-Okubo. Lokasinya di Shin-Okubo, Shinjuku-ku, Tokyo. Kegiatannya, ceramah ahad malam + makan-makan. Pengurusnya adalah muslim-muslim Myanmar. Yang menjadi poin dari mesjid ini adalah letaknya yang sangat strategis. Dikelilingi 3 toko halal, plus 1 restoran halal Thailand. Yang menarik, restoran halal tsb memakai system tabehoudai* setiap hari jumat untuk makan siang, dengan harga 1000 yen. Mengunjungi mesjid ini ibarat sekali mendayung 2-3 pulau terlampaui.
  6. Mesjid Hachiouji. Lokasinya di Hachiouji, Tokyo. Mesjid ini berhubungan dekat dengan Mesjid Hiroo. Pengurusnya pun banyak muslim-muslim Saudi Arabia. Sebagai salah satu kegiatannya, mesjid ini membuka kelas bahasa arab gratis, setiap Sabtu malam. Dengan pengajar native…so, tunggu apalagi?! Udah gratis, pengajarnya native lagi. Klo penulis sih, nunggu pindah ke Tokyo…hehe.
  7. Mesjid Nagisa. Lokasinya di Nagisa, Matsumoto-shi, Nagano-ken. Kegiatannya adalah kajian Islam tiap bulan plus makan-makan di akhir pekan. Mesjid yang masih nyewa tempat ini, sebagian besar pengurusnya adalah orang Indonesia. Oh ya, di lantai bawah mesjid ini terdapat agen makanan halal kecil-kecilan.
  8. Mesjid Shin-Anjou. Lokasinya di Shin-Anjou, Aichi. Kegiatannya, yang penulis tahu cuma ceramah plus makan-makan hari Sabtu malam. Pengurusnya banyak dari muslim-muslim Pakistan. Di sekitar lokasi mesjid, setidaknya terdapat 2 toko halal. Yang sangat mengesankan penulis adalah membludaknya jumlah jamaah di Sabtu malam. Pikiran bahwa sedang berada di suatu mesjid di negeri seperti Jepang seakan hilang!
  9. Mesjid Kobe. Salah satu mesjid yang paling terkenal di Jepang ini, lokasinya di Kobe, Hyougou-ken. Kegiatannya dan pengurusnya…gomen, kuwashikunai. Cuma pernah 2 kali sholat di mesjid ini. Yang pasti imamnya orang keturunan Arab. Di depan mesjid ini terdapat toko makanan halal. Dari stasiun kereta terdekat kalo ke mesjid ini, suasana malamnya cukup ramai dan menggoda. Jadi ati-ati jangan sampai berubah niat kalo mengunjungi mesjid ini.

AOKIGAHARA Tempat Bunuh Diri Yang Populer di Jepang

Di kaki Gunung Fuji, Jepang terdapat sebuah hutan seluas 32 kilometer persegi. Hutan itu bernama Aokigahara. Saking lebatnya, hutan itu dijuluki “lautan pohon”. Hutan Aokigahara memiliki bebatuan yang indah dan gua-gua es yang beberapa diantaranya jadi destinasi wisata populer. Namun, bukan itu yang paling menarik dari hutan itu. Tapi, adanya fakta bahwa Hutan Aokigahara adalah tempat populer bagi untuk bunuh diri.
Aokigahara1
Popularitas Hutan Aokigahara menjadi tempat bunuh diri diperkuat sebuah novel top Koroi Jukai karyaSeicho Matsumoto. Novel yang terbut 1960 menceritakan tentang dua orang yang dimabuk cinta berkomitmen menakhiri nyawa demi cinta di hutan tersebut. Namun, sejarah Aokigahara sebagai tempat bunuh diri jauh sebelum novel itu beredar. Aura kematian sudah lama tercium dari hutan tersebut. Ritualubasute, menyepi hingga ajal, dilakukan di hutan itu sejak abad ke 19.
Aokigahara bahkan disebut-sebut punya
kaitan historis dengan setan atau hantu dalam mitologi Jepang. Sejak tahun 1950, lebih dari 500 orang mengakhiri nyawanya di hutan ini, atau rata-rata 30 orang tiap tahun.
Pada tahun 2002, 78 mayat ditemukan gantung diri dan membusuk di hutan ini. Jumlah itu mengalahkan rekor sebelumnya, yakni 73 mayat pada 1998. Pada 2003, jumlah bunuh diri naik menjadi 100. Di tahun itulah pemerintah jepang memutuskan menutup rapat-rapat informasi jumlah orang bunuh diri, untuk menurunkan popularitas Aokigahara sebagai lokasi bunuh diri.

Penemuan Tsuchinoko - ular legendaris Jepang

Pada 6 Juni 2001, di sebuah kota resort bagi para peski yang bernama Mikata, Jepang ditemukan seekor reptil yang tidak biasa, yaitu reptil yang dianggap sebagai hewan mistik "Tsuchinoko", seekor makhluk berbentukular legendaris yang pertama kali disinggung pada abad ke-8.



Makhluk itu pertama kali disinggung dalam "Kojiki", sebuah teks kuno abad ke-8 yang merupakan sebuah manuskrip bahasa Jepang tertua di dunia. Walaupun banyak penampakan makhluk ini yang dilaporkan selama periode perang, namun laporan ini ditanggapi dengan skeptis mengingat tidak ada satupun makhluk yang pernah tertangkap untuk dipelajari.
Namun semuanya berubah, menurut pejabat pemerintah lokal bernama Toshikazu Miyawaki, makhluk yang berhasil ditangkap oleh penduduk Jepang beberapa waktu yang lalu adalah benar makhluk legendaris tersebut. "Kami memutuskan untuk membiarkan hewan ini beradaptasi dengan lingkungan barunya." Katanya. Pemerintah lokal telah membangun sebuah kandang untuk hewan tersebut.
Menurut laporan-laporan sebelumnya, Tsuchinoko adalah seekor reptil yang memiliki panjang antara 30cm - 80cm dengan kepala yang lebih besar dan taring yang beracun. Hal yang membedakannya dengan ular lain adalah ia mengeluarkan suara mencicit seperti tikus. "Menimbang ciri-ciri tersebut, kami dapat memastikan bahwa hewan itu adalah benar Tsuchinoko," Kata Miyawaki. "ketika dibawa ke balai kota, tubuhnya benar-benar tebal dan pendek. Beberapa orang juga mendengar ia mencicit.
Kota kecil Mikata sendiri sering menggunakan laporan penampakan hewan ini sebagai bahan penarik perhatian bagi para turis. Dan pada tahun 1989, walikota Tsujio Yoshida bahkan mengumumkan sayembara dengan hadiah tanah seluas 330 m2 bagi siapa saja yang bisa menangkap Tsuchinoko.
Miyawaki mengatakan bahwa hewan yang tertangkap itu memiliki panjang sekitar 70 cm ketika ditangkap pada 6 Juni 2001, sekarang telah bertumbuh hingga 1 meter. Setelah lebih dari seminggu dipamerkan ke publik di dalam aquarium plastik, reptil itu kelihatan lelah. Setelah kondisinya stabil pemerintah kota baru akan memikirkan cara meneliti hewan itu. Mungkin dengan mengambil sampel DNA dari tubuhnya.

Jadi, butuh waktu bagi orang yang menangkapnya untuk menerima hadiah tanah yang dijanjikan. "Bahkan jika ternyata hewan itu bukan Tsuchinoko, tetap saja hewan seperti itu belum pernah ditemukan sebelumnya di dunia. Saya berharap spesiesnya akan diakui oleh masyarakat dunia." Kata Miyawaki.

(Japantimes.com)

Pakaian Adat Jepang

berasal dari kata "Ki" yang berarti pakai dan "mono" yang berarti barang. jadi bisa disimpulkan kalau kimono adalah pakaian tradisional yang dipakai masyarakat tradisional jepang pada jaman dulu.
tapi sekarang kimono jarang dianggap sebagai pakaian wanita seperti halnya kebaya dalam adat jawa. kimono ada dua macam, ada yang untuk pria dan untuk wanita.
kimono untuk pria biasanya sederhana design dan warnanya, warna kimono pria biasanya gelap seperti hijau tua, biru tua, atau hitam. jenisnya juga hanya dua yaitu formal, dan non formal.

kimono untuk wanita ada banyak jenisnya juga menunjukkan status atau umur si pemakai. ada kimono untuk perkawinan, dan tingkat formalitas suatu acara. kimono wanita mempunyai beragam design dan aksesoris.

Kuil Itsukushima

Kuil Itsukushima yang berada di pulau Itsukushima ini didirikan pada tahun 1168. Kuil ini didedikasikan untuk tiga putri Susano-o no Mikoto, dewa laut dan badai yang juga merupakan saudara dari dewa matahari, Amaterasu.

Untuk menjaga kesucian kuil, orang-orang tidak diperbolehkan masuk secara sembarangan ke pulau tersebut. Kuil Itsukushima dibangun diatas air seperti layaknya dermaga, sehingga tampak mengapung dan terpisah dari tanah. Mengapa? Karena air dianggap elemen yang suci, sedangkan tanah dianggap sebagai elemen yang kotor atau kasar.

Saking pentingnya dalam mempertahankan kesucian kuil Itsukushima, pada tahun 1878 para biksu mulai melarang wanita yang sedang mengandung (hamil tua) dan orang tua yang sudah sangat rentan untuk masuk ke kuil ini. Mereka bilang tidak boleh ada kematian atau kelahiran di dekat kuil Itsukushima. Peraturan ini masih berlaku sampai sekarang.

Kuil Itsukushima, Jepang

Gerbang pintu masuk kuil Itsukushima (yang kita sebut torii) juga dibangun diatas air dengan alasan yang sama, yaitu memisahkannya dari tanah. Torii dianggap sebagai batas pemisah antara dunia yang suci dengan dunia yang penuh dengan dosa, sehingga orang-orang harus mengarahkan perahu mereka melalui torii sebelum mereka bisa mendekati kuil.

Didirikan pada tahun 1875, gerbang dengan tinggi 16 meter ini terlihat kecil dari kejauhan. Tapi jika air laut sedang surut, kita bisa jalan kaki untuk melihatnya dari dekat dan bersiaplah untuk tercengang.

Torii, Gerbang Kuil Itsukushima, Jepang

Torii, Gerbang Kuil Itsukushima, Jepang

Torii, Gerbang Kuil Itsukushima pada malam hari

Menurut kepercayaan, kalau Anda menaruh koin diantara kaki-kaki Torii lalu mengucapkan apa yang Anda minta di dalam hati, maka permintaan Anda akan terkabul.

HARAKIRI

HARAKIRI adalah salah satu budaya yang masih sering dilakukan oleh orang Jepang yang masih memegang teguh nilai-nilai tradisionalnya adalah harakiri. Harakiri adalah tindakan mengakhiri hidup dengan cara menusukkan belati atau samurai ke perut atau jantung yang dilakukan oleh orang yang merasa telah kehilangan kehormatan akibat melakukan kejahatan, aib, dan/atau mengalami kegagalan dalam menjalankan kewajiban. Bagi mereka, tidak ada gunanya lagi melanjutkan hidup bila sudah kehilangan kehormatan. Budaya ini juga masih terkait erat dengan kesetiaan dan kepatuhan orang Jepang kepada kaisar, dimana kaisar dalam kepercayaan Shinto (agama tradisional yang masih banyak dipeluk oleh masyarakat Jepang) berada di tempat yang sangat disakralkan.

Dalam film Last Samurai kita bisa menyaksikan harakiri yang dilakukan oleh Jenderal Hasegawa (Togo Igawa) akibat malu karena kalah dalam pertempuran melawan pasukan samurai pimpinan Katsumoto (Ken Watanabe). Dengan disaksikan oleh Katsumoto dan pasukannya, Jenderal Hasegawa menghujamkan belati ke jantungnya lalu membiarkan lehernya ditebas dengan samurai oleh Katsumoto (setelah dimintai sebelumnya oleh Hasegawa). Dalam dialognya kemudian dengan Kapten Nathan Algren (Tom Cruise), Katsumoto menyebut permintaan Hasegawa itu sebagai sebuah Kehormatan. Itu di film. Adapun di dunia nyata, kalau tidak salah (berarti benar, ya?), Beberapa tahun lalu tersiar berita tentang seorang pejabat Jepang melakukan harakiri akibat diketahui melakukan korupsi.

Dengan latar belakang alasan yang kurang lebih sama, yaitu rasa malu, akhir April yang lalu di Tegal, Jawa tengah, aksi “harakiri” juga dilakukan oleh bocah 15 tahun bernama Eko Haryanto. Eko merasa malu akibat tidak mampu membayar tunggakan uang sekolah selama sembilan bulan yang per bulannya sebesar Rp. 5000 (!). Sebelumnya, aksi dengan latar belakang yang sama juga dilakukan oleh Bunyamin (17). Bedanya, kalau Bunyamin “sukses” mengakhiri hidupnya, nyawa Eko Haryanto masih bisa diselamatkan (Syukurnya Eko tidak melakukan “harakiri” lagi akibat gagal melakukan “harakiri” sebelumnya).

Kasus upaya bunuh diri terkait masalah biaya pendidikan seperti ini semakin menegaskan betapa sulitnya orang-orang miskin untuk bisa memperoleh pendidikan. Kasus diatas bukan tidak mungkin akan terulang kembali mengingat jumlah anak-anak miskin di Indonesia sekitar 24 juta jiwa. Sebuah potret dramatis pendidikan di panggung kemiskinan struktural sebuah Negara bergelar subur bernama Indonesia.

Menyediakan pendidikan yang layak adalah tanggungjawab negara. Setidaknya itu yang tertuang dalam konstitusi negara. Terkait dengan hal ini, pemerintah telah mencetuskan beberapa langkah. Pertama, membuat ketentuan pengalokasian anggaran sebesar 20 persen dari APBN dan APBD masing-masing daerah untuk pendidikan seperti tertuang dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kedua, memberikan beasiswa dengan menggunakan dana kompensasi BBM yang sudah beberapa tahun ini berjalan. Dana kompensasi BBM untuk pendidikan tahun 2005 ini misalnya, diputuskan sekitar 9 triliun.

Bagaimanakah hasil dari langkah-langkah yang diambil pemerintah itu? Mengenai pengalokasian anggaran sebesar 20 persen, ketentuan tersebut masih belum terpenuhi. Konstitusi pun akhirnya dilanggar dengan dalih tidak ada dana. Sejumlah daerah memang mengklaim telah mengalokasikan dana sebesar 20 persen dari APBD akan tetapi masih belum sesuai dengan ketentuan yang seharusnya dimana komponen gaji guru dimasukkan di dalamnya. Padahal, komponen gaji guru terlepas dari alokasi 20 persen tersebut. Sementara itu, Untuk dana kompensasi BBM justru banyak salah sasaran. Sebuah SD di Jakarta, misalnya, menggunakan dana kompensasi BBM tersebut justru untuk membeli TV dan AC untuk ruang kepala sekolah yang tidak berkenaan langsung dengan kebutuhan dasar pendidikan. Di Lampung, dana kompensasi BBM justru salah alamat akibatnya malasnya pejabat yang bersangkutan untuk mencari data tentang anak putus sekolah. Belum lagi kebocoran dana yang terjadi dimana-mana alias korupsi dengan modus beraneka ragam dari hulu hingga hilir.

Laporan tim Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas menyebutkan biaya pendidikan lebih banyak ditanggung masyarakat daripada pemerintah. Porsi biaya pendidikan yang ditanggung orangtua siswa mencapai 53,74 sampai 73,87 persen dari total biaya pendidikan (Kompas (03/05/2005)). Laporan ini menegaskan (sekali lagi) betapa tidak bertanggungjawabnya pemerintah terhadap pendidikan. Anggaran mugkin hanyalah angka-angka yang tidak dapat berbicara. Akan tetapi dari angka-angka tersebut dapat dilihat sebuah itikad, dan pemerintah tidak memiliki itu.

Bagaimanapun juga, kenyataan aksi “harakiri” yang dilakukan oleh Eko dan Bunyamin tak pelak lagi menjadi tamparan keras terhadap ribuan “akan” yang selalu dilontarkan pemerintah. Kenyataan tersebut juga merupakan simbol atas kegagalan pemerintah dalam melaksanakan pendidikan (Atau seorang Eko dan Bunyamin belum cukup signifikan merepresentasikan kegagalan?). Kembali menyinggung kegagalan, jadi yang sepatutnya melakukan harakiri, siapa ya? (Bukan saya yang bilang). Ah, kita kan orang Indonesia?

ISE GRAND SHIRNE

Ise Grand Shrine di Jepang (yang sebenarnya serangkaian lebih dari 100 tempat-tempat suci) adalah kuil yang paling suci di Jepang. kuil ini didedikasikan untuk Amaterasu (dewi matahari) dan telah ada sejak 4BC. Kuil utama diduga untuk menyimpan item yang paling penting dalam sejarah kekaisaran Jepang: yang Naik? (cermin dari mitologi Jepang yang akhirnya berakhir di tangan kaisar pertama). Rumah suci itu dirubuhkan dan dibangun kembali setiap 20 tahun sesuai dengan ide Shinto kematian dan kelahiran kembali (berikutnya akan pembangunan kembali pada tahun 2013). Peringkat ini sangat tinggi dalam daftar tempat-tempat yg agan ga bisa masukin karena satu-satunya orang yang bisa masuk adalah imam atau pendeta dan ia harus menjadi anggota keluarga kekaisaran Jepang. , kecuali kita merupakan Pangeran atau Putri Jepang.

- Copyright © FerdyArsianto - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -